Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

22 December 2014

Pengalaman membuktikan, catatan seorang tukang tambal ban

- 0 comments

Pak Mustofa namanya, bapak yang mengaku sudah menekuni dunia pertambalan ban selama 10 tahunan  ini, begitu bersemangatnya menjelaskan cara-cara menambal ban yang benar dan awet. Bagaimana dia mengkritik tukang-tukang tambal ban amatiran yang asal-asalan dalam menambal kebocoran ban. "Menambal juga butuh pengalaman, ada ilmunya, jika asal-asalan tiga hari bisa bocor lagi" begitu kritiknya.

Pak Mustofa mungkin adalah cermin seseorang yang mencintai pekerjaannya sepenuh hati, dia tidak ingin mengecewakan pelanggannya dengan kualitas kerja yang ecek-ecek dan sak-sak'e. Mungkin itulah salah satu caranya agar profesi tukang tambal ban bisa dihargai.
Saya jadi ingat bagaimana dulu merasakan harus menuntun sepeda motor saya sejauh dua kiloan meter untuk mencari jasa tukang ban yang masih buka malam hari. Bagaimana saat itu orang seprofesi dengan Pak Mustofa ini menjadi orang nomer satu yang saya cari. Mungkin jika harus membayar 50.000 pun kami mau saat itu, pun begitu mereka tetap menjaga kode etik tukang tambal ban. Dan sekarang pasca kenaikan BBM, Pak Mustofa memasang tarif tambal ban Rp 7.000,- untuk tambal pres biasa dan Rp 10.000,- untuk tambal ban tubeless. Dia juga menyinggung rekan-rekan seprofesinya yang sudah memasang tarif lebih tinggi antara 8.000-10.000, tapi dia berani menjamin pengalamannya lebih bisa diunggulkan.
Jika anda biker yang kebetulan mengalami kebocoran ban, atau sekedar menambah angin di Kota Karanganyar, anda bisa meminjam jasa Pak Mustofa, tepatnya di depan Toserba Mitra, jika disitu ada becak kompressor, maka dialah Pak Mustofa. Salam biker, merdesa!

[Continue reading...]

11 December 2014

Menengok Gadget Show Pertama di Klaten

- 0 comments

Sepi, mungkin kesan pertama yang saya rasakan ketika saya dan teman tiba di sebuah gedung komplek RSPD Klaten ini. Mungkin karena kami datang malam hari, jam 8 lebih, pengunjung sudah pada pulang.
Peserta stand pameran pun saya bisa hitung dengan jari, ada 2 stand vendor handphone, 1 stand toko handphone, 2 gerai operator selular, dan 1 stand toko asesoris.
Setelah melihat-lihat sebentar, akhirnya saya mampir di gerai telkomsel, kebetulan sinyal di kost telkomsel agak mendingan, dan akhirnya saya memutuskan membeli perdana simpati paket data 9GB masa aktif 3 bulan seharga Rp 80.000,-

Foto panorama di atas, yang saya ambil menggunakan kamera Lenovo P770i, mungkin bisa menjelaskan bagaimana keadaan malam tadi, bagaimana menurut anda?

[Continue reading...]

01 December 2014

Tarif Angkot Palur - Karanganyar setelah kenaikan BBM

- 0 comments
Pagi ini saya kembali melakukan ritual touring menuju tempat kerja di Karanganyar, tapi tidak dengan menaiki MX merah saya melainkan nunut Mbah Sumber Kencono. Pagi-pagi benar saya berangkat, jam empat ba'da shubuh dengan diantar oleh istri tercinta, di ring road Madiun saya menunggu sekitar setengah jam, waktu yang lumayan lama untuk menunggu bis jurusan Surabaya - Jogja. Tapi kegiatan yang membosankan itu terasa romantis karena ditemani oleh istri sinambi melihat bintang yang masih terlihat, syahdu.
[Continue reading...]

20 November 2014

Karena orang miskin hanya bisa bermimpi

- 0 comments
Bejita
Agak gimana gitu ketika saya membaca berita yang dibagikan seorang kawan saya di media sosial hari ini, tentang seorang menteri yang berkomentar masalah nasib orang miskin pasca kenaikan harga BBM. "Karena orang miskin, jangankan konsumsi BBM, untuk punya kendaraan pun bagi mereka hanya mimpi" begitu kutip media berita tersebut.

Saya tidak ingin berkomentar tentang tetek bengek multiplier effect kenaikan bahan bakar, atau bagaimana menderitanya golongan di bawah nol alias minus dengan kebijakan yang dibilang tidak pro rakyat oleh banyak pihak ini, atau golongan pendukung yang mengamini apapun kebijakan idolanya, saya tidak mau mengomentarinya.
[Continue reading...]

Pasca kenaikan BBM, akankah Madiun Jaya menaikkan tarif?

- 0 comments
Tiket Madiun Jaya Klaten - Madiun
Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) harga tiket kereta Madiun Jaya jurusan Klaten - Madiun ini kami beli sebulan yang lalu selepas mudik ke Klaten dan Semin, Gunung Kidul. Berhubung status PTKP saya K/2, otomatis saya harus membayar tiket untuk empat orang, bayi dihitung penuh agar bisa duduk, dan tidak ada tiket berdiri, walaupun pada kenyataannya setiap kami naik dari Stasiun Klaten banyak penumpang jurusan Solo yang berdiri atau duduk mengambil jatah tempat duduk kami.

Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) adalah harga tiket sebelum kenaikan harga BBM, dan kabarnya subsidi kereta api ekonomi jarak jauh yang akan dicabut. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, akankah harga tersebut akan disesuaikan oleh PT Kereta Api, seperti moda angkutan darat lain yang kemarin melakukan mogok nasional menolak kenaikan BBM ini, sebelum harga jasa mereka juga disesuaikan dengan persentase yang hampir sama atau lebih dari kenaikan bahan bakarnya.
[Continue reading...]

18 November 2014

Jreng.. Pertamax turun harga 300 repes

- 0 comments
BBM Naik Rp 2.000,-

Pagi tadi akhirnya kulanjutkan kebiasaan perjalananku mengarungi tiga kabupaten, 2 propinsi dan sebuah gunung. Tak lupa pula kumampirkan motorku buat sekedar minum nutrisi biar sehat selama perjalanan. Kupilihlah SPBU di daerah Takeran, terlihat didepanku ada antrian 3 motor di area antrian pertamax.

Tumben, pikirku menanyakan sekaligus menguatkan keraguanku, apa benar mereka mau beli pertamax? Kulihat petugas SPBU mengapit nozzle kuning, bukan biru. Oh, barangkali saking antrinya maka dibolehin ngantri premium di area pertamax.

[Continue reading...]

14 November 2014

Inflasi pada tarif bus Sumber Kencono & Mira

- 0 comments
karcis bus Mira

Pagi ini saya menjalani sesuatu yang tidak biasanya, jika biasanya saya berangkat menuju Karanganyar dari Madiun dengan membonceng si Jupiter MX 2011 yang saya beli seken itu, kali ini saya membonceng tentara NICA bus Mira. Jika biasanya saya bisa lebih santai berangkat jam 05:30, maka kali ini saya harus berangkat lebih pagi, yaitu jam 04:00 lebih atau setelah shalat subuh.

Sesampainya di ring road Madiun dengan motor kesayangan itu buat dititipkan (tarif penitipannya Rp 3.000,- per hari) saya menunggu bus jurusan Surabaya - Yogyakarta melintas, biasanya Sumber Selamat/ Sugeng Rahayu (dulunya Sumber Bencono Kencono) atau Mira, keduanya sekarang sudah dilengkapi dengan pendingin udara walaupun tarifnya tetap ekonomi, terlihat tulisan "AC tarif Biasa".

[Continue reading...]

13 November 2014

Stage terakhir menuju bebas riba

- 0 comments
Semangat bebas riba

Singkat cerita, keluarga kami memiliki 3 macam hutang bank yang tentu saja riba, soal hukum tidak usah diperdebatkan lagi ya? Sudah jelas sejelas-jelasnya. Dasarnya? Silahkan digoogling saja. Ketiga hutang itu adalah: 
  • Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank Mandiri, akad sekitar akhir 2009 dulu pinjem karena complicated matters, alhamdulillah akhir 2013 kemarin sudah ditutup, walaupun beberapa kali ditelpon sama orang Mandiri buat top-up atau nerusin lagi saya tolak, NEHI! Pinjaman ini lunas sesuai dengan masa pinjamannya.
  • Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Bank Mandiri rumah seken pertama kami, akad sekitar akhir tahun 2010, sebabnya pun juga agak aneh karena sebenarnya cuman iseng tanya-tanya rumah dijual tapi malah kebablasen, akhirnya untuk ngumpulin uang mukanya saja juga lumayan ribet. Kesimpulannya jangan beli rumah kalau belum siap. Alhamdulillah, setelah menabung beberapa tahun, bulan November ditahun ke-4 dari 5 kami berhasil mengakhiri derita potongan bulanan itu, bye bye Bank Mandiri.
  • Kredit Tetap (Kretap) BRI, akad sekitar pertengahan 2012, rencana mau buat bisnis. Nah disini ada cerita menarik, bisnis itu istri kurang sreg, tapi saya tetep maju, alhasil ya gitu.. duitnya sampai sekarang juga belum balik. Pelajarannya, jangan bisnis jika istri tidak sreg atau ikhlas. Alhamdulillah inilah hutang bank kami yang terakhir yang semoga bisa kami lunasi tahun ini, harapannya kami bisa merdeka dari riba, insya Allah. Mari menabung!
[Continue reading...]

13 May 2014

Selamat jalan mbah Pujo

- 1 comments

77 tahun, jumlah umur berdasar keterangan pak Lurah Belang Wetan tadi siang dalam upacara pemakaman Mbah Pujo. Entahlah berapa tepatnya usia kakek dari simbok ini, saya sendiri kurang tahu. Mungkin karena saya sendiri kurang akrab dengan beliau sejak kecil sampai beranak dua, yang karena suatu sebab yang sebaiknya ditutup karena merupakan aib seseorang. Bukan begitu?

Dari perkawinan pertamanyalah lahir Mbok Iyah yang nantinya berjodoh dengan Pak'e yang diamanahi empat anak tetapi tinggal kami bertiga. Mbak Narti sang sulung diceritakan sudah meninggal di usianya yang sangat dini, sebabnya? Ah, mungkin kalau diceritakan akan menyaingi kisah sinetron yang dulunya sampai season delapan. Ya, Mbok Iyah sosok ibu yang kukenal sangat sabar dan tegar in, siapa sangka memiliki kisah yang rumit serumit bolah ruwet. Bahkan ketika saya beberapa kali dikisahinya saya masih bisa menitikkan air mata. Dari simboklah saya belajar arti sabar dan tabah.

Selamat jalan mbah, terima kasih kau warisi kami sosok ibu yang tegar. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

[Continue reading...]

13 April 2014

Tarif taksi dalam kota Madiun 2014

- 2 comments
Mungkin belum banyak yang tahu masalah dunia pertarifan yang satu ini. Jujur saja, saya sendiri baru tahu kemarin rabu sepulang nyoblos di kampung halaman saya, tepatnya di Desa Jurangjero Klaten. Lho, kok mudik bawa mobil, baliknya ga dibawa, memang kenapa mobilnya? Hehe, maklum mobil sepuh, sama saya aja umurnya lebih tuaan mobilnya dua tahun, jadi perlu diistirahatkan sebentar. Syukur-syukur punya rejeki lebih buat ngenomke mobil, aamiin.
[Continue reading...]

09 April 2014

Tarif ojek terminal Madiun 2014

- 0 comments
Ada sedikit cerita perjalanan mudik dari Karanganyar ke Madiun pada malam pemilu kali ini. Ceritanya adalah untuk pertama kalinya setelah 3 tahunan saya naik ojek lagi dari terminal purabaya Madiun ke rumah di sekitaran Jalan Salak. Bukan disengaja sebetulnya, karena biasanya saya dijemput oleh istri tercinta, yang tidak tega saya kedinginan jika naik motor malam sendirian sama tukang ojek, iykwim haha.
Awal mulanya sih kita sudah janjian, kalau sudah dekat watsapan aja. Tak tahunya watsap ga dibalas, telpon ga dibalas, dan sms ga diangkat. Oh, sudah tidur, paling juga gitu. Kaya ga tahu istri sendiri saja, hihi.
[Continue reading...]

27 February 2013

#AntiMiras Antara Menjaga Moral dan Omzet

- 2 comments
#AntiMiras
Baru saja ku pergi ke sebuah minimarket jaringan nasional tuk membeli popok si mas yang dah habis, ketika itu juga aku ingat akan sebuah gerakan yang ada di salah satu sosial media yang keren dengan hashtag #AntiMiras. gerakan moral "penertiban" gerai2 minimarket yang menjual dan memajang minuman jenis khamr ini di area terbuka, tercampur dengan minuman2 yang sangat mungkin menjadi kesukaan anak2.
Tentu sebagai orang tua jadi merasa berpikir, bagaimana jika anak2ku nanti tanpa sepengetahuanku membeli minuman2 haram itu. Dengan sedikit rasa ingin tahu, ku bertanya pada seorang pegawai, kebetulan juga agak begitu kenal, mbak Tanti namanya.
"Mbak, itu minuman bir2 kok bisa dicampur dekat dengan minuman2 lain sih mbak?" tanyaku sambil nunjuk lemari pendingin.
"Oh.. itu sudah lebih tertutup malah mas, dulu kan di ruang terbuka" jawabnya.
"Lho, kan kalo nyampur gitu, anak2 bisa lihat mbak, kebijakan dari pusat ya?"
"Sebetulnya sih, kalau minimarket franchise, pemilik ga mau menjual dagangan tertentu sih juga gapapa."
"Jadi gitu ya mbak?"
"Iya mas, dulu memang dah ada rencana mau distop, eh tapi malah ada yang pesen, akhirnya ya udah, begitulah."
"Ooo... ya wis mbak, sik ya." pamitku.
Jadi begitu ternyata, pemilik boleh menolak barang yang ga mau dijual. Aisi. Tapi pemilik juga boleh menerima tawaran permintaan konsumen. Fair enough.
Mungkin bagi sebagian orang, menjaga moral itu penting, dan bagi sebagian orang lainnya keuntungan itu lebih penting.

pecel city, sinambi momong bayi nglilir
[Continue reading...]

Kangen, Muntah, dan Nangis

- 0 comments
mungkin aneh jika menggabungkan 3 hal tersebut. dan bagaimana ga enaknya jika 3 rasa itu digabung jadi satu. 
nangis

Kangen

jadi ceritanya begini, sore kemaren pas pulang si adek dah manggil manggil ayahnya padahal belum juga masuk rumah, buka pintu aja belum. istri tersayang (kurleb) berkata,
"yah, seharian adek manggil-manggil ayah terus lho, dikasihtau ayah kerja ga percaya, gara2 ga dipamitin kali"
waduh, maafin ayah yo le, gara2 buru2 sampe lupa ga pamitan ma kamu.
[Continue reading...]

Sekolah Mangkat Dewe

- 2 comments
dadi kelingan jaman semono, isih cilik kiro2 umur 4 setengah taun, simbok ngejak aku budhal sekolah tk. jian koyo cah culun kae, biasane g tau adus isuk, dandan rapi, lha iki dandan klimis pupuran rambut sisiran belah pinggir, rapi pol!

mung ilustrasi

“meh dijak neng ngendi to iki?” ngono mungkin batinku wektu kuwi. cah cilik isinan, dijak lungo ning g ngerti ng ngendi, tapi tetep ae g wani tekok. isinan poll 

tapi sujune simbok njur ngandani, “dino iki awakmu sekolah tk yo le” kiro2 ngono kuwi ukarane. tk? sekolah sing ta’bayangke akeh dolanan, bandulan, plorodan, jajanan enak, kancane akeh, nyanyi bareng2 plus disangoni. tapi y kuwi jarene kudu sekolah mangkat dewe, ora usah diterke. koyo lagu sing sering dinyanyekne masku.

saiki aku wis gedhe… sekolah mangkat dewe..

ora usah dieterake… bareng karo kancane…

yen mlaku turut pinggiran… ora pareng gojekan..

ning ndalan akeh kendaraan mengko mundak tabrakan!
[Continue reading...]
 
Copyright © . Dudu gondrong ndeso - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger