Showing posts with label Desa. Show all posts
Showing posts with label Desa. Show all posts

16 March 2015

Banjir yang dirindukan

- 0 comments
Banjir adalah pemandangan yang biasanya menjadi pemandangan setelah hujan reda, dan ini bukan banjir biasa, karena banjir cuma terjadi di kali kampung saja, tidak sampai meluap seperti di Jakarta sana. Kali yang dulunya menjadi tempat satu-satunya MCK di kampung kami, sebelum PDAM masuk, karena tidak ada sumur yang mengeluarkan air.
Kampung kami memang unik, terlebih mitos ketidakbolehannya membangun rumah dengan batu bata, selain itu boleh, seperti gedhek, batu kali, atau batako yang baru lazim digunakan sebagai tembok awal tahun 90-an silam. Dan sore itu sepulang dari masjid, kusempatkan mampir ke tempat mbah uyutnya anak-anak, kebetulan pula abis dikasih rambutan ace, rejeki. Kebetulan pula habis hujan, jadi iseng-iseng mampir ke kali di bawah makam, tepatnya pleret kami menyebutnya, karena terdengar suara air gembrujuk tanda sedang banjir, atau paling tidak airnya lagi deras. Hal yang lazim terjadi setelah hujan beberapa waktu.
Ternyata benar, walaupun kali ini tidak sebesar banjir yang kuingat dulu ketika masih kanak-kanak, setidaknya mengobati rasa kangen suasana gembrujuk itu. Dan tak lupa kurekam dengan kamera hape, sekedar berbagi dengan kawan-kawan dan sedulur perantauan di sebuah grup kampung, yah... biar mereka tahu kalau kali kampung kita masih seperti dulu, alami, dan sebenarnya lokasi photoshoot yang keren. 
Yak, itulah kondisi banjir kecilnya, lumayan edum suasananya. Oh ya, sebenarnya ada pancurannya juga, tapi karena derasnya air, jadi belum sempet merekam. Nanti deh kapan-kapan. Merdesa!
[Continue reading...]

23 February 2015

Gotong Royong Nyengkuyung Dik Andri Sekolah Maneh

- 0 comments
Sebelumnya untuk yang tidak paham bahasa jawa, judul tulisan ini jika saya terjemahkan ke bahasa nasional menjadi "Gotong Royong Mendukung Dik Andri Sekolah Lagi". Ya, anak sulung bernama lengkap Andriyanto ini sudah setahun nganggur, tidak melanjutkan pendidikan menengah, seperti biasa kekurangan materi yang menjadi musababnya. Alasan klasik di desa kami yang kebanyakan warganya berprofesi sebagai petani dan buruh.

Menghadapi salah satu contoh masalah di atas, beberapa orang, sebagian besar warga perantau, berinisiatif untuk bergotong royong untuk sekedar membantu biaya pendaftaran sekolah yang sekarang makin mahal saja. Metode yang kami pakai adalah dengan iuran suka rela, seikhlasnya dan sesempatnya saja. Pengumpulannya pun masih terbilang konvensional, dengan dititip secara tunai, atau melalui rekening yang khusus dibuka untuk kegiatan yang awal mulanya diberi nama "Jalur Surga", entah nama ini masih dipakai atau tidak, saya sendiri lebih suka menyebutnya "Perantau Foundation".

Alhamdulillah, setelah sekitar setahun berjalan, hari ini kami berhasil melunasi semua uang masuk sekolah dik Andri yang dananya kami kumpulkan dari saweran warga-warga kampung baik perantauan ataupun warga yang aware terhadap pendidikan warga kampung. Terus terang, ini adalah pencapaian yang luar biasa, bagaimana hanya dengan beberapa orang, tidak sampai sepuluh, setidaknya kami bisa mencegah seorang anak putus sekolah.

Walaupun sampai hari ini saldo kas menjadi nol, kami yakin tahun ajaran yang akan datang, akan selalu ada orang-orang yang peduli kepada kemajuan kampung kami tercinta. Ya, dengan gotong royong, bareng-bareng, ibarat lidi yang bersatu menjadi sapu akan mudah menyingkirkan dedaunan maka kami insya Allah akan mampu menyingkirkan keterbelakangan pendidikan di kampung kami.

Harapan itu masih ada, merdesa!
[Continue reading...]

08 January 2015

Nyatus Dino

- 0 comments
Nyatus dino
Kok wis akeh le nggresulo
Do elingo, isih ono sewu pitungatus dino
Limang taun ayo didongakno
Rakyate makmur ora tambah sengsoro
Ora koyo mbiyen jaman dijajah londo
Nyatus dino
Jare podo kabotan mundhak ing rego
Sawise lengo mambu subsidine disudo
Durung suwe regane diudhukno
Nanging kok malah subsidine muspro
Rego le kebacut mundhak ra gelem lungo
[Continue reading...]

30 December 2014

Tutorial membuat peta desa online dengan ZeeMaps

- 0 comments
tutorial membuat peta desa online | margondes.com
Peta Desa - http://jurangjero.desa.id
Sebagai salah seorang pengelola web desa Jurangjero, secara pribadi saya ingin dunia mengetahui letak-letak dusun atau dukuh dengan mudah agar lebih dikenal luas. Hal yang spontan terlintas adalah dengan menggunakan peta, tentu saja langsung teringat google maps. Tapi setelah dilihat detail peta google, masih banyak dusun yang belum dipajang, yang ada hanya sampai tingkat desa saja, itupun banyak venue yang saya pikir banyak yang meleset.
[Continue reading...]

04 December 2014

Setelah miras merenggut nyawa temanku

- 0 comments
Kunci motor dan miras, bukan pasangan yang tepat
Kemarin sebenarnya jadwal mudik ke Madiun, tapi karena satu dan lain hal akhirnya saya memilih ke Klaten. Di sana saya bertemu dengan Pak Bayan ketika jamaah isya sudah selesai, ngopi-ngopi sebentar di serambi rumahnya sinambi ngobrol ngalor ngidul mulai dari kelanjutan program warga asuh sampai harga pupuk subsidi, asyik sampai anak ceweknya minta dikelonin yang artinya saya harus pulang.

Setelah memandikan Jupiter MX merah yang sudah berbulan-bulan tidak bau sabun, akhirnya kami sekeluarga juga ngobrol ngalor ngidul mulai dari cerita sebelnya orang yang ditagih hutangnya sampai meninggalnya salah seorang teman SD saya dulu. Adalah ibu saya yang menyampaikan kabar berita tersebut kepada saya, beliau juga mendapat kabar dari tetangga.

Dikabarkan bahwa teman SD saya dulu yang bernama Agus Muludan, saya lupa nama lengkapnya, tadi siang dimakamkan setelah tiga hari tidak sadarkan diri karena mengalami kecelakaan sepeda motor. Katanya sepeda motor yang dia kendarai menghantam gapura masuk Desa Jurangjero. Yang memprihatinkan adalah pada saat kecelakaan terjadi, disinyalir Agus sedang dalam kondisi terpengaruh minuman keras, mungkin ciu minuman keras tradisional buatan Bekonang, yang entah karena apa, mudah didapat di beberapa warung area Kecamatan Karanganom.

Simbok pun tidak kalah penasarannya ketika bertanya, apa benar dia anak yang ugal-ugalan? Seingat saya sih anaknya memang eksentrik pas SD dulu, tapi sejak SMP kami jarang sekali bertemu. Memang sih pergaulan remaja menuju ABG di daerah kami sangat rawan dengan godaan miras ini, yang saya tahu awalnya mereka cuma ngumpul-ngumpul biasa, ngobrol, daripada nganggur akhirnya ada yang punya ide aneh "ACARA" demikian anak-anak muda sini menyebutnya. Semoga amal ibadahmu bisa menjadi pemberat timbangan kebaikanmu di akhirat nanti Gus.

Mungkin apa yang dilakukan oleh anak-anak muda di dukuh saya belakangan ini ada positifnya, bahkan sangat positif sekali, dengan meramaikan kembali pingpong atau tenis meja. Lik Tohari pemilik warung juga menuturkan, dulu sebelum ramai pingpong anak-anak yang sering nongkrong sampai larut malam kebanyakan negatifnya, tapi sekarang mereka lebih banyak pingpong membuang kalori mudanya. Dan saya pun teringat kembali perbincangan dengan Pak Bayan tentang bagaimana caranya supaya energi anak-anak muda ini terbuang di area positif, menginformasikan desa via web desa misalnya. Mari kita pikirkan bersama.
[Continue reading...]

09 October 2013

Online-kan desamu, ikuti program web #1000desa GRATIS!

- 0 comments
salah satu fasilitator web #1000desa

Berawal dari sebuah acara NgoPi (ngobrol pintar) kata dulu yang punya hajat, di de-Klop minicafe Madiun saya jadi mendapat wawasan baru, bahwa desa itu ternyata bisa eksis dan ngga ndeso. Kok bisa? Ya bisa, bayangkan jika kita di tengah sawah yang terletak di bawah kaki gunung nenteng laptop, hidupkan wireless, eh ternyata ada hotspot yang terdeteksi. Hebat kan? Kalau kata saya, itu emejing! super sekali! Mungkin itulah kekaguman saya terhadap sebuah desa di lereng Gunung Slamet sana, desa Melung namanya, yang mempunyai kades versi 2.0, Pak Budi Ragiel.

Tapi saya tidak akan membahas hostpot sawah ini, tapi web desa. Kenapa web desa? Karena dengannya kita bisa menginformasikan potensi dan kabar desa kita sendiri, tidak melulu menjadi konsumen berita, kita juga bisa jadi pembuat berita. Hebat kan? Mungkin itu ide awalnya, bisa jadi ada ide lain, saya lupa detil presentasi yang dibawakan oleh mas Yossy dan pak Budi waktu itu.
Lalu kenapa bisa gratis?
Jadi dalam laman web-nya 1000desa.web.id dalam peluncuran program 1000 web desa dikatakan:
[Continue reading...]
 
Copyright © . Dudu gondrong ndeso - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger